PEMANFAATAN LIMBAH NON ORGANIK UNTUK PENAMBAHAN KAS KELOMPOK IBU-IBU ARISAN RT 04 SAYANGAN JAGALAN BANGUNTAPAN
DOI:
https://doi.org/10.32477/jpm.v3i3.1348Keywords:
Pemanfaatan, daur ulang, pemberdayaan, pengelolaan, peningkatan kasAbstract
Limbah anorganik, merupakan sisa buangan yang berasal dari bahan-bahan non-hayati, sulit terurai secara alami oleh mikroorganisme, dan umumnya merupakan hasil dari proses teknologi atau pengolahan bahan tambang. Limbah tersebut sulit terurai, membutuhkan waktu yang lama untuk dapat terurai. Sumbernya bukan dari makhluk hidup atau proses biologis, melainkan dari bahan sintetis atau hasil ekstraksi sumber daya alam tak terbarukan. Sifatnya yang persisten dapat menyebabkan pencemaran tanah, air, dan udara, serta merusak ekosistem. Limbah non-organik dapat berupa limbah lunak atau keras. Contoh umum yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari adalah; botol plastik, kantong plastik, gelas plastik, dan sedotan plastik, kaleng aluminium, kaleng baja, dan benda-benda logam lainnya. Limbah anorganik bersifat sulit terurai, pengelolaan limbah anorganik sangat penting. Pendekatan yang paling efektif melibatkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Hasil pengumpulan oleh ibu-ibu RT dijual ke pengepul dengan harga standard. Sehingga hasil penjualan menambah kas. Kas tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan sosial, piknik.
References
[1] Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, "Sampah organik vs anorganik: Kenali perbedaannya," [Online]. Available: www.dlh.semarangkota.go.id. [Accessed: 11-Jan-2026].
[2] Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng, "Pengertian dan pengelolaan sampah organik dan anorganik," [Online]. Available: dlh.bulelengkab.go.id. [Accessed: 11-Jan-2026].
[3] Waste4Change, "Contoh sampah anorganik, pengertian, jenis, manfaat," [Online]. Available: waste4change.com. [Accessed: 11-Jan-2026].
[4] S. A. Muyassir, I. S. Wahyudi, dan A. S. Wibowo, "Dampak akumulasi sampah anorganik terhadap pencemaran lingkungan di TPA," Jurnal Teknik Lingkungan, vol. 12, no. 1, hlm. 45-52, 2023.
[5] United Nations Environment Programme (UNEP), "Waste management: A 2020 update," UNEP, Nairobi, 2020.
[6] A. Lestari dan R. K. Sari, "Potensi ekonomi daur ulang sampah plastik melalui bank sampah di perkotaan," Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 5, no. 2, hlm. 110-117, 2021.
[7] B. Riyanto, C. Wulandari, dan D. K. Sari, "Model bank sampah berbasis komunitas untuk meningkatkan pendapatan keluarga di DIY," Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, vol. 8, no. 3, hlm. 201-209, 2022.
[8] E. P. Utami, "Peran kelompok wanita tani dalam manajemen sampah rumah tangga terpadu," Jurnal Komunitas, vol. 10, no. 1, hlm. 34-42, 2018.
[9] H. Susanto dan M. Wijaya, "Peningkatan keterampilan ibu rumah tangga melalui pelatihan kerajinan limbah plastik," Jurnal Vokasi Indonesia, vol. 6, no. 1, hlm. 22-28, 2020.



