STORYTHOMIC TOURISM DALAM PENGENALAN OBYEK WISATA BAGI PELAJAR DI KABUPATEN SLEMAN

Studi Kasus Pada SMP IT Baitussalam, Pulerejo, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

Authors

  • Annida Khoiriani Prodi Bina Wisata Politeknik API Yogyakarta, Indonesia
  • Eko Martanto Prodi Bina Wisata Politeknik API Yogyakarta, Indonesia
  • Arif Tri Winarso Prodi Perhotelan Politeknik API Yogyakarta, Indonesia
  • Christina Enny Prodi Bina Wisata Politeknik API Yogyakarta, Indonesia
  • Rina Mawarti Muji Astuti Prodi Perhotelan Politeknik API Yogyakarta, Indonesia
  • Erwin Budi Setyawan Prodi Perhotelan Politeknik API Yogyakarta, Indonesia
  • Andri Yuni Astuti Prodi Pengelolaan Perhotelan Politeknik API Yogyakarta, Indonesia
  • Desta Ardiansah Prodi Bina Wisata Politeknik API Yogyakarta, Indonesia
  • Gilang Gerin Berlian Abel Putra Prodi Bina Wisata Politeknik API Yogyakarta, Indonesia
  • Zainul Arifin Prodi Bina Wisata Politeknik API Yogyakarta, Indonesia,
  • Ulil Fikri Prodi Bina Wisata Politeknik API Yogyakarta, Indonesia
  • Galang Herdano Bramastiko Prodi Bina Wisata Politeknik API Yogyakarta, Indonesia
  • Galih Putra Risnawan Prodi Bina Wisata Politeknik API Yogyakarta, Indonesia
  • Muhammad Arwindo Putra Bagaskara Prodi Bina Wisata Politeknik API Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32477/jpm.v4i2.1387

Keywords:

Storytelling, Storythomic Tourism, Wisata, Potensi Wisata, Public Speaking.

Abstract

“Storythomic Tourism dalam Pengenalan Objek Wisata bagi Pelajar di Kabupaten Sleman” bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran wisata, serta kemampuan komunikasi siswa melalui pendekatan storytelling. Kegiatan ini dilaksanakan pada siswa SMP IT Baitussalam yang berlokasi di Pulerejo, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi literasi wisata, pelatihan public speaking. serta praktik storytelling. berbasis pengalaman wisata (storythomic tourism). Siswa diajak mengenal berbagai objek wisata lokal, kemudian menyusun dan menyampaikan cerita secara kreatif terkait pengalaman dan informasi yang diperoleh. Pendekatan ini menekankan pada penguatan aspek edukatif, komunikatif, dan karakter peduli lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap potensi wisata yang ada di Kabupaten Sleman dan sekitarnya serta menumbuhkan kesadaran dalam menjaga lingkungan, serta meningkatnya kemampuan berbicara di depan umum. Selain itu, siswa menjadi lebih percaya diri dalam menyampaikan informasi dan mampu menjadikan pengalaman wisata sebagai cerita yang menarik dan bernilai. Dengan pendekatan storythomic tourism efektif sebagai metode pembelajaran kontekstual bagi pelajar di SMPIT Baitussalam dalam mengenalkan objek wisata sekaligus mengembangkan keterampilan komunikasi, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan. Program ini diharapkan dapat menjadi model edukasi wisata yang aplikatif dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.

References

] A.W.Hutomo & K.D. Proyono, “Analisis Potensi Pariwisata Unggulan Di Kabupaten Sleman Berbasis Web”, https://eprints.ums.ac.id/

[2] https://pariwisata.slemankab.go.id/

[3] E. Edison & T. Kartika, “ Pengembangan Storynomic Tourism dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Pengalaman Wisatawan di Desa Wisata Ciburial”, Jurnal Ilmiah Pariwisata IP Trisakti, Volume 29 No.2, Juli 2024, pp 212-220

[4] N.P.D. Prabawati, “PERAN PEMUDA DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA DI DESA TIBUBENENG, KABUPATEN BADUNG, BALIRole of Youth For Tourism Development in Tibubeneng Village, Badung District, Bali”, Jurnal Kepariwisataan Indonesia, Kementrian PAriwiata REpublik Indonesia, 13(1) (2019) 73 -84

[5] Ruang.id. (2026). Pendidikan Khas Kejogjaan: Keistimewaan Yogyakarta dalam mendidik generasi. Diakses dari: https://www.ruang.id/pendidikan-khas-kejogjaan-keistimewaan-yogyakarta-mendidik-generasi

Downloads

Published

2026-06-05

How to Cite

STORYTHOMIC TOURISM DALAM PENGENALAN OBYEK WISATA BAGI PELAJAR DI KABUPATEN SLEMAN: Studi Kasus Pada SMP IT Baitussalam, Pulerejo, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. (2026). Jurnal Pengabdian Masyarakat Widya Wiwaha, 4(2), 71–76. https://doi.org/10.32477/jpm.v4i2.1387