EDUKASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI PENDEKATAN EKONOMI SIRKULAR DAN LUBANG BIOPORI DI PANTAI CEMARA SEWU KABUPATEN BANTUL
DOI:
https://doi.org/10.32477/jpm.v4i1.1413Keywords:
Wisata Pantai, Sampah Pesisir, Ekonomi Sirkular, Lubang Biopori, Pokdarwis.Abstract
Permasalahan sampah di kawasan wisata pesisir merupakan isu lingkungan yang mendesak seiring meningkatnya kunjungan wisatawan. Pantai Cemara Sewu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menghadapi tekanan ganda dari timbulan sampah aktivitas wisata dan marine debris yang terbawa arus laut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dusun Grogol VII dalam mengelola sampah berbasis pendekatan ekonomi sirkular dan teknologi lubang biopori. Program dilaksanakan melalui Focus Group Discussion (FGD), penyampaian materi edukasi pengelolaan sampah terpilah dan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta praktik lapangan pembuatan lubang biopori. Kegiatan melibatkan 131 anggota Pokdarwis dan perwakilan 20 pedagang di kawasan pantai. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep ekonomi sirkular, terbentuknya komitmen pemilahan sampah dua jenis (organik dan anorganik) di setiap lapak pedagang, serta keberhasilan praktik pembuatan lubang biopori sebagai solusi pengomposan sampah organik secara in situ. Program ini diharapkan berkontribusi pada pengurangan beban pembuangan akhir sekaligus meningkatkan daya tarik Pantai Cemara Sewu sebagai destinasi wisata yang berkelanjutan.
References
[1] S. Darwati, "Pengelolaan sampah kawasan pantai," Jurnal Lingkungan, vol. 18, hal. 417–426, 2019.
[2] T. C. Trinanda, "Pengelolaan wilayah pesisir Indonesia dalam rangka pembangunan berbasis pelestarian lingkungan," Matra Pembaruan, vol. 1, no. 2, hal. 75–84, 2017.
[3] W. O. Husmayani, T. Muttaqin, dan A. Yusuf, "Analisis karakteristik marine debris di perairan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi," Jurnal Kelautan Tropis, vol. 27, no. 2, hal. 357–368, Jun. 2024.
[4] Y. Nugroho dan M. D. Harahap, "Strategi pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat di kawasan pesisir," Jurnal Pengelolaan Lingkungan dan Alam, vol. 8, no. 2, hal. 145–158, 2021.
[5] J. Kirchherr, D. Reike, dan M. Hekkert, "Conceptualizing the circular economy: An analysis of 114 definitions," Resources, Conservation and Recycling, vol. 127, hal. 221–232, 2017, doi: 10.1016/j.resconrec.2017.09.005.
[6] Z. Satriawati, N. Irawati, dan H. Prasetyo, "Inovasi pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis zero waste," Pringgitan, vol. 5, no. 1, hal. 1–13, 2024.
[7] K. R. Brata dan A. Nelistya, Lubang Resapan Biopori. Jakarta: Niaga Swadaya, 2008.
[8] H. Rahman, Z. Burhan, dan S. Septiyanti, "Peningkatan peran kelompok sadar wisata dalam pengelolaan sampah sebagai pengendalian risiko kesehatan akibat aktivitas wisata," Abdimas Galuh, vol. 6, no. 2, 2024.
[9] M. M. D. Abdurrahman, L. E. H. Mulyono, dan Fitriah, "Pemberdayaan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) melalui program terintegrasi literasi lingkungan dan pariwisata berkelanjutan," Jurnal Pengabdian: Abhinaya, vol. 3, no. 1, hal. 45–58, 2025.
[10] W. Sakinah, H. I. D. Puspita, R. Rudianto, Saifurridzal, dan G. E. J. Suyoso, "Sosialisasi dan pelatihan pengelolaan sampah pesisir berbasis komunitas," Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, vol. 2, no. 4, hal. 491–495, 2022.
[11] R. Bahtiar dan K. Kamelia, "Ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah organik menggunakan lalat tentara hitam," Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, vol. 29, no. 1, hal. 60–70, 2024.
[12] A. Sudarma dkk., "Pemberdayaan generasi muda dalam pengelolaan sampah pantai desa adat Legian, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung," Abdimas Galuh, vol. 8, no. 1, hal. 312–325, Mar. 2026.
[13] N. Notrilauvia, T. Lestari, Y. LV, R. Nanda, dan I. Marhamah, "Transformasi ekowisata berkelanjutan: Pemberdayaan masyarakat dalam implementasi lubang resapan biopori di kawasan pesisir," Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat, vol. 9, no. 2, hal. 434–439, 2026.
[14] S. Meilani, W. Kartika, dan D. Navanti, "Peningkatan resapan air hujan dan reduksi sampah organik di wilayah permukiman dengan pembuatan lubang resapan biopori," Jurnal Sains Teknologi dalam Pemberdayaan Masyarakat, vol. 1, no. 2, hal. 63–68, 2020, doi: 10.31599/jstpm.v1i2.431.
[15] S. I. Idris, N. D. Ulfah, dan R. K. Addas, "Pelatihan dan pendampingan pembuatan kompos menggunakan lubang resapan biopori (LRB) dengan alat sederhana dalam rangka pemanfaatan sampah organik," Abdi Makarti, vol. 1, no. 2, hal. 123–132, 2022, doi: 10.52353/abdimakarti.v1i2.351.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nur Widiastuti, Ainina Ratnadewati, Ary Sutrichastini, Lilik Ambarwati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



